Showing posts with label karawang. Show all posts
Showing posts with label karawang. Show all posts

Wednesday, November 17, 2021

Karawang Masa Tarumanagara

  

 Karawang Pada Masa Tarumanagara 

 .


Keberadaan Kerajaan Tarumanagara diketahui berdasarkan tinggalan prasasti, berita Cina dan juga pecandian Batujaya. Dari sejumlah tinggalan tersebut para ahli berpendapat bahwa dahulu Tarumanagara mendirikan pusat pemerintahannya di daerah Karawang Utara. Teks Wangsakerta juga menulis bahwa pusat Tarumanagara berada di sebelah barat Sungai Citarum, sebelum kemudian pindah ke lokasi yang lebih dekat ke pantai yang bernama  Sundapura. Pantun Bogor secara samar menyebutnya berada di sekitar wilayah Kalapa (Sunda Kalapa). 

 

Ditemukannya Pecandian Batujaya menunjukkan  bahwa pada masa lalu Karawang merupakan sebuah wilayah yang memiliki peradaban tinggi dan telah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain. Pendiri Tarumanagara berasal dari Wangsa Salankaya, India. Mereka mengetahui keberadaan pelabuhan di  Muara Citarum berdasarkan informasi dari para pedagang, karena sebagaimana hasil penelitian O.W Wolter, di Muara Citarum terdapat pelabuhan dagang yang ramai bernama Koying yang dikunjungi oleh pedagang dari berbagai negeri.  Sementara itu Teks Wangsakerta menuturkan bahwa pada masa Kerajaan Tarumanagara di Karawang juga terdapat beberapa kerajaan lokal seperti Pura Dalem, Muara Suba, Karang Sadulang dan beberapa nama lainnya termasuk Kuta Tandingan.

Thursday, November 2, 2017

Buku "GETIH KARAWANG" - Sejarah Karawang



Buku: Getih Karawang

by Asep R. Sundapura

 




Getih Karawang bukan cuma sebuah kisah lengkap tentang berdirinya Kabupaten Karawang. Tapi ini juga sebuah buku politik tentang para founding father Karawang.
Di dalamnya kita belajar tentang kepiawaian politik para pendiri Kabupaten. seperti Wirasaba yg lihai memainkan manuver politik, atau keberanian Panatayudha 1 dalam kepemimpinannya hingga menjadikannya penguasa Karawang dengan wilayah terluas sampai Nusa Kambangan. Jangan lupakan juga kisah tentang pentingnya loyalitas di tengah semrawut politik regional dari para pendukung Singaperbangsa seperti Singaderpa dan Tambak Baya, yg sampai akhir napas setia menjaga daulat kepemimpinan trah Kertabhumi di Karawang, tak seperti Wirabaya dan Wangsananga yg konon lebih memilih jalan pengkhianatan. Dan diatas semua itu, Suriadikara Bapa Kasumedangan dg cerdiknya tahu, kemana angin politik berhembus ke sanalah layar dikembangkan.

email: karawangheritage@gmail.com

Wednesday, October 4, 2017

Piagam Karawang - Krawang Charta


Piagam Karawang - Krawang Charta

Konon, berdirinya Kabupaten Karawang ditandai dengan lahirnya Piagam Plat Kuning KandangSapi. Piagam itu sudah lama tidak diketahui keberadaannya, dan hanya tercantum dalam tulisan2 tua Belanda spt F.Haan & Brandes. Piagam Kandang Sapi berjumlah 2 buah (platen), yg satu berupa perintah penugasan Singaperbangsa dan Wirasaba di Tanjungpura&Waringinpitu sebagaimana sudah banyak beredar, dan piagam satunya yg jarang diketahui publik berisi tentang asal mula Karawang jadi wilayah pertanian, yg disebut "Piagam Plat Kuning KandangSapi Kalapa Duwa"



Karawang, inilah kota kecil berjuta cerita. Kota yang pernah merangkul Ciasem, 
Subang, Wanayasa, Purwakarta, Pagaden, Bojonglopang Ciamis, dan Bekasi ke dalam pelukannya. Kota dengan perjalanan sejarah yang panjang, tua dan menggetarkan. Khazanah seni budayanya melimpah, semelimpah kekayaan alamnya. Ya, Karawang diciptakan Tuhan ketika sedang bersemangat. Pantai, gunung, pertanian, kebun-kebun, industri ....sebut saja, semuanya tumbuh subur di kota ini. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang didustakan untuk Karawang. 
Cukup seorang pemimpin yang penuh cinta, berani, jujur dan cerdas yang diperlukan untuk menjadikan Karawang Kuta Tak Tertandingi, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr. Bukan kota yg berkembang tapi semrawut, banyak pabrik subur pengangguran, indah alamnya rusak lingkungan dan bentuk2 keresahan sosial lainnya. Bukan, bukan kota seperti itu yg kita mau.
Di kota ini Islam pertamakali menyemai Tatar Pasundan. Di Kota ini, peradaban Sunda dirintis dengan metropolitan pelabuhan Emporium Koyingnya. Di kota ini pawai kemerdekaan dan merahputih pertamakali mencium angkasa. Dan di kota ini pula Bung Karno memberi daulat Kota Lumbung Padi, menisbatkan Kota Pangkal Perjuangan, serta Suharto menggelarkan City Industry .....dan di kota ini pula sebagian besar dari kita lahir, tumbuh dan menanam harapan.14 September nanti Kabupaten Karawang berusia 384 tahun, sepenggal fase perjalanan dari ribuan tahun sejarahnya. 14 September 1633 Sultan Agung mengangkat Singaperbangsa dan Wirasaba sebagai wedana Nagaragung Karawang. Pengangkatan keduanya diberitahukan melalui Piagam Plat Kuning Kandang Sapi Gede. Kenapa namanya seperti itu. Disebut plat karena bentuknya berupa plat berukuran 21,8 cm dan 29,5 cm dg lebar 7 cm. Disebut koneng karena terbuat dari kuningan bercampur tembaga (koperen), dan disebut Kandangsapi karena pertamakali ditemukan oleh pengawas Belanda Fokken tahun 1888 di kampung Kandangsapi. Sebetulnya, bukan ditemukan tetapi diambil paksa dari pemiliknya, penduduk Kandangsapi - sebuah kampung di distrik Tegalwaru yang sekarang sudah tenggelam oleh Jatiluhur. Dan ada kata gede disana yang bermaksud sebagai pembeda. Piagam itu ada tiga (drie kopperen), dan yang dua berupa sambungan sehingga ukurannya lebih gede karena itu disebut Plat Kuning Kandang Sapi Gede. Sedangkan yang satunya lebih kecil ukurannya cuma 8,5 x 7 cm sehingga disebutnya Plat Koneng Kandangsapi Kecil. Kalau yang gede 
berupa perintah pengangkatan Singaperbangsa dan Wirasaba sebagai wedana, 
sedangkan yang kecil adalah perintah dari Singaperbangsa kepada penunggu lumbung kalapadua Bungin-Pakis supaya menyerahkan padi ke Karawang, dan itulah padi yang menjadi bibit terbesar yang menjadikan Karawang Lumbung Pangan. ( Red - Asep R. Sundapura)





a. Penget ingkang pihagagem kaje 
3) ing ki raga gedhe ing sumedhang 
4) kagadhehaken ing si Hastrawadana 
5) milanepun gadhehi pihagem sun kongkon hangrak sakagengan dalem 
siti nagara gung kilen wates Ci Pamikis, 
wetan wates Cilamaya. sirta 
1) sun kon anugoni lumbung. isinipun pari. 
limang takes pujul tiga welas jahit. 
2) wodening pari sinambut dening Ki Singa Prabangsa. 
Basa kala 
3) tan hangrawahi 
4) pihagem lagi lampahipun kahiyung yudabangsa 
5) kaping kalih ki wangsataruna. ingkang pob. tusan kaje 
6) dalem ambakta tata titiyang kalih ewu. 
wadananipun kahi singa bangsa.kali ki wirasaba kang dipun wadanakaken ing manira. sasangpun 
7) katampi dhipun prenahaken 
8) ing waringin pitu lan ing tajupura. angrak sasiti gung bungas kilen. kala nulis pihagem ing dina rebo tanggal ping sapuluh. 
sasi mulud taun alip kang anulis pihagem manira anggaprana. ti. ti. 
i segi patun kang dipun utang ini lu kung kang

(Red - Den Apri - karawangheritage )

TUGU NOL - ALUN ALUN KARAWANG

Tugu Nol Karawang 
Karawang Tahun 1947
(Alun - Alun - Sekarang )



Memorial Putih (di kaki Peta Indonesia, garis yang terlihat) pada plang dengan tulisan 184 km menuju Tjirebon,108 km menuju Bandoeng, 23 km menuju Tjikampek. danpada papan di kanan dengan tulisan 60. Lokasi berada di Alun Alun Kota Karawang - Tahun 1947 (karawangheritage-red)









KI LUTUNG - ( karawang - jawa barat - Indonesian FOLKSLORE )

KI LUTUNG - ( karawang - jawa barat - Indonesian FOLKSLORE)    In the beginning of history, in Heaven, The Hiyang Guriang Tungga...